Sudah menjadi hukum pasti jika finansial (uang) mempunyai peranan yang penting dalam hidup. Dia sebagai alat untuk menjual dan membeli, sebagai tolak ukur kesejahteraan, juga sebagai benda historis bagi mereka yang suka mengoleksi uang tempoe doeloe.
Di zaman sekarang untuk mendapatkannya bisa dengan banyak cara. Mulai dari jadi karyawan sampai usahawan, jualan sampai jadi CEO perusahaan, dari cara yang halal sampai yang haram. Juga bisa melalui dunia maya (internet) yang saat ini sedang booming dengan internet marketingnya.
Terlepas dari bahasan di atas, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Awal bulan dompet tebal, di penghujung bulan kantong bolong tak tersisa. Tak terasa entah kemana alokasi uang kita. Yang timbul di fikiran “Kapan ya gajiannya???”.
Di saat seperti inilah kita memerlukan konsep manajemen finansial. Dalam Free Journal dijelaskan, manajemen keuangan adalah manajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan yang meliputi bagaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Simplenya bagaimana fee yang ada saat ini, kita alokasikan secara tepat guna sesuai manfaat dan kugunaannya. Misal kita tidak perlu membeli barang-barang mahal (karena alasan Brand) jika barang murah tidak kalah kualitasnya, yang paling pokok adalah kegunaannya.
Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan terkait masalah ini. Jadi jika anda mendapatkan uang dari kerja keras anda, maka pastikan:
20% 4 save.
Apalagi kalau status kita adalah karyawan perusahaan atau instansi, so sudah menjadi kewajiban untuk menabung, pasalnya “untuk meraih masa depan karyawan harus menabung”. Pengalaman di lapangan berapapun uang yang kita pegang pasti akan habis, jika tidak di simpan.
2,5% 4 other.
Pada dasarnya harta yang kita miliki saat ini adalah titipan Ilahi. Kita harus bijak menggunakannya. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ada pernyataan “bersihkan hartamu dengan shodaqoh/ zakat”. Maka tidak ada salahnya jika ketka mendapat rizki paling tidak 2,5% nya untuk nraktir temen2, Pengamen-pengamen, bagi juga untuk orang yang minta-minta di jalan.
Investasi (deposito, arisan motor, emas, atau property).
Sudah saat nya kita berfikiran maju, setiap orang punya masa depan, dan salah satu cara untuk meramalkan masa depan adalah dengan menciptakannya. Jadi ciptakan planning anda sekarang, sisakan uang anda untuk investasi, investasi, dan investasi. Baik investasi finansial, pengetahuan, social, maupun investasi kesehatan.
Catat kebutuhan dalam sebulan dan buat batas maksimal keuangan di setiap kebutuhannya. Karena bila tidak ada batas, bisa-bisa semua uang yang ada tersedot di satu atau beberapa kebutuhan saja.
Tanamkan ke pikiran Hemat pangkal kaya. Semua berawal dari pikiran. Termasuk gerak tubuh, sifat, tingkah laku, karakter, bermula dari apa yang kita fikirkan. Jika mind set kita sudah kita set untuk hemat, maka kita akan bijak dalam membelanjakan uang.
Jadi mulai dari sekarang bersiaplah untuk menjadi orang kaya dengan menyisakan sedikit uang untuk menabung dan ivestasi. Masa depan cerah sudah menanti dan selamat menikmati...!
5.26.2009
Manajemen Finansial
Diposting oleh
E-Motion
di
03.47
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar